Basis Data

Basis Data

 

Basis Data adalah adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer  untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. basis data juga bisa disebut dengan Data dan Informasi. Data : respresentasi untuk mewakili nilai nilai yg ada dalam data. Informasi : data yg telah dikelola.

DDL

   Apa itu DDL? Secara singkatan DDL adalah Data Definition Language. Secara istilah DDL merupakan kumpulan perintah SQL yg digunakan untuk membuat, mengubah dan menghapus struktur dan definisi metadata dari objek-objek database.

DDL àdalah kumpulan perintah untuk membuat (create), mengubah (alter), dan menghapus (drop).

Adapun tipe data nya :

 

  1. Tipe data Bilangan :

 

–          Tinyint, smallint, int, dan bigint : menyimpan data bilangan bulat (+) & (-)

–          Float : menyimpan data bilangan pecahan (+) & (-) presisi : tunggal

–          Double : menyimpan data bilangan pecahan (+) & (-) presisi : ganda

–          Real : sinonim dari double

 

  1. Tipe data tanggal, jam dan hari :

 

–          Date : menyimpan data tanggal

–          Time : menyimpan data waktu

–          Datetime : menyimpan data tanggal dan waktu

–          Timestamp : kombinasi tanggal dan jam saat table/data

–          Year : menyimpan data tahun dari tanggal

 

  1. Tipe data lainnya :

 

–          Char : menyimpan data sring ukuran tetap

–          Varchar : menyimpan data string ukuran dinamis

–          Tinyblob, tinytext : L+1 byte dengan L<28

Perintah- perintah pada DDL :

 

–          Create :

 

  • Primary key : menentukan sebuah field yg menjadi kunci penting. Nilai nya unik
  • Auto increment : suatu type integer agar nilainya secara otomatis trs bertambah
  • Not null : field tersebut tidak boleh kosong

–          Drop : digunakan untuk menghapus sebuah table, SQL yang umum digunakan : DROP TABLE[nama_table]

–          Alter : digunakan untuk mengubah data pada table. SQL yg digunakan adalah: ALTER TABLE[nama_table] ADD COLUMN/DROP COLUMN/RENAME/MODIFY[kondisi]

 

DML

 DML -> Data Manipulation Language, dalam pengertian DML adalah bahasa SQL yang berfungsi memanipulasi data yang ada di dalam basis data atau database digunakan untuk mengambil, memasukkan dan memodifikasi informasi di dalam database tersebut.

Ada beberapa manfaat nya :

 

–          Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data

–          Penyisipan informasi baru ke basis data

–          Penghapusan informasi dari basis data

 

Adapun Fungsi DML dalam SQL :

 

–          Insert : perintah untuk menyisipkan, memasukkan, dan menyimpan data dari luar system ke dalam database.

–          Select : pengambilan semua atau beberapa data di dalam table untuk ditampilkan

–          Update : memperbarui data lama menjadi data baru

–          Delete : menghapus basis data dari table

Akses MySQL

Sebenarnya ada 2 cara yaitu lewat command prompt dan php myadmins. Tapi kita mulai dengan command prompt dulu yaaa J

  • Instalasi XAMPP terlebih dahulu
  • Buka control panel XAMPP, kemudian klik start pada pada Apache dan mysql

 

 

 

  • Sekarang masuk ke command prompt, caranya masuk ke ketikan cmd
  • Kemudian enter atau bisa dengan menekan secara bersamaan windows+R
  • Kemudian buka cmd
  • Ketikan cd c:\xampp\mysql\bin
  • Kemudian mysql –u root

 

 

 

Sebelum mulai ke syntax, buka dul NOTEPAD++ nya yaa!!

 

Perintah-perintah pada DDL

 

  1. Create

Membuat database:

 

 

 

Menggunakan database yg telah dibuat:

 

 

 

Membuat table

 

Primary key : menentukan field yg menjadi kunci penting. Nilai dari primary key adalah unik

Auto Increment : suatu type integer agar nilainya secara otomatis terus bertambah

Not Null : field tersebut tidak boleh kosong atau null

 

  1. Drop

 

Digunakan untuk menghapus sebuah table. SQL yang umum digunakan

Contoh :

 

DROP Remed;

 

 

 

  1. Alter

Digunakan untuk mengubah data pada table. SQL yg digunakan adalah:

 

 

 

 

 

 

Resume RE Minggu ke-2

Nama : Nadea Aprilia

Kelas : Ilkom C2

NIM : 1401790

 

Resume Praktikum RE

 

Pengertian tentang Multimeter

Seperti yang sudah diketahui multimeter adalah sebagai alat bantu yang digunakan untuk mengukur arus listrik, tegangan listrik, dan resistansi atau ketahanan suatu benda yang biasa disebut avometer. Yang memiliki berbagai kegunaan atau fungsi dalam mengukur tegangan atau arus listrik pada suatu benda dan mengatur tegangannya. Pada setiap multimeter yang kita miliki keseluruhannya memiliki bagian-bagian yang kompleks dan memiliki berbagai macam fungsi atau kegunaan masing-masing dalam suatu multimeter. Multimeter sendiri memiliki 2 jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital, yang memiliki fungsi yang sama tetapi memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dalam menggunakannya, tetapi dalam kehidupan sehari-hari multimeter analog lah yang paling banyak dipakai oleh orang pada umumnya.

Berikut gambar multimeter :

index

Adapun jenis – jenis multimeter(avometer) yaitu:

  • Digital : hampir sama fungsinya dengan multimeter analog tetapi multimeter digital menggunakan tampilan angka digital. Multimeter digital pembacaan pengukuran besaran listrik yang lebih tepat jika dibanding dengan multimeter analog, sehingga multimeter digital dikhususkan untuk mengukur suatu besaran nilai tertentu dari sebuah komponen secara mendetail sesuai dengan besaran yang diinginkan.
  • Analog : alat pengukur besaran listrik yang menggunakan tampilan dengan jarum yang bergerak ke range-range yang kita ukur dengan probe . Multimeter ini tersedia dengan kemampuan untuk mengukur hambatan ohm, tegangan (Volt) dan arus (mA). Analog tidak digunakan untuk mengukur secara detail suatu besaran nilai komponen, tetapi kebanyakan hanya digunakan untuk baik atau jeleknya komponen pada waktu pengukuran atau juga digunakan untuk memeriksa suatu rangkaian apakah sudah tersambung dengan baik sesuai dengan rangkaian blok yang ada.

 

Satuan multimeter(avometer), antara lain:

  • Amphere
  • Volt
  • Ohm

Adapun table data pd resistor :

Langkah-langkah pengukuran transistor di atas, pada dasarnya adalah suatu langkah memberikan “dioda” Emitor-Basis dan “dioda” Kolektor-Basis (pada transistor tipe PNP) tegangan panjar maju (forward bias). Dalam kondisi ini, Emitor dan Kolektor (berfungsi sebagai Anoda) mendapat tegangan positip dari baterai yang terdapat di dalam Multimeter, dan Basis (berfungsi sebagai Katoda) mendapat tegangan negatip dari baterai yang terdapat di dalam Multimeter. Hal yang sama berlaku untuk transistor jenis NPN. Karena itulah hasil pengukuran “dioda” Emitor-Basis, dan Kolektor Basis menunjukkan nilai tahanan (resistance) yang hampir sama (baca kembali uraian tentang transistor dan Multimeter).

Tabel Berikut adalah contoh nilai tahanan (resistance) dari beberapa transistor dimana “dioda” Emitor-Basis dan “dioda” Kolektor-Basis (untuk transistor jenis PNP) dan “dioda” Basis-Emitor dan “dioda” Basis-Kolektor (untuk transistor jenis NPN) mendapatkan tegangan panjar maju (forward bias).

ini contoh gambar pada table resistor :

hh

 

Resume praktikum RE

Minggu Pertama :

Komponen

   Menurut saya tentang materi pada minggu pertama, komponen dibagi 3 yaitu ada komponen Elektronika, komponen Dioda, dan komponen aktif. Tapi sebenarnya saya sedikit kurang faham tentang warna – warna pada komponen tersebut. Entah saya kurang konsentrasi atau akang teteh asdosnya terlalu cepat dalam menjelaskannya. Tapi saya akan membaca dan bertanya pada teteh akang ataupun teman saya apabila saya kurang mengerti.

Minggu kedua :

Rangkaian Listrik

Saya cukup faham dengan materi ini. Menurut saya perbedaan antara rangkaian seri, rangkaian paralel, dan rangkaian seri paralel adalah :

Rangkaian seri : rangkaian yang disusun secara sejajar

Rangkaian paralel : rangkaian yang disusun tidak sejajar atau berderet.

Rangkaian seri dan paralel : persatuan antara rangkaian paralel dan rangkaian seri

pcb2_thumb[3]

Hello world!

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!